SALAM BAKU DAPA!

Opa, oma, ade, kaka deng basudara samua! Mari katong bakumpul dalam satu semangat ''satu gandong, satu jantong'' satu tana tumpa dara, Maluku manise! Beda agama, keyakinan, kampong atau apapun itu, akang bukan alasan voor katong bakalai atau bacere!

Our Profile

SEMARANG, JAWA TENGAH, Indonesia
Organisasi ini merupakan wadah berkumpulnya warga Maluku yang berdomisili di Jawa Tengah dari berbagai latarbelakang sosial, ekonomi, agama/keyakinan dan profesi, yang bersatupadu untuk membangun komunikasi dan silaturahmi yang intens dan kuat demi masa depan Jawa Tengah dan Maluku yang lebih baik. Keanggotaan bersifat terbuka, bagi siapapun mereka yang memiliki darah/keturunan Maluku, kendati lahir di manapun. Blog ini merupakan blog resmi yang dimiliki IKM Jateng yang merupakan organisasi kemasyarakatan nirlaba yang merupakan ajang silaturahmi, komunikasi dan kekerabatan diantara warga asal Maluku yang berada di seantero Jawa Tengah

May 30, 2010

Peringatan Hari Pattimura 2010

Kepahlawanan Pattimura Harus Terus Digelorakan

SEMARANG-Kemeriahan dibalut nuansa nasionalisme sangat terasa dalam perayaan Hari Pattimura Ke-193 yang diadakan Ikatan Keluarga Maluku (IKM) Jawa Tengah di Auditorium RRI Semarang, Kamis (27/5) malam.

Di awal acara bertema ”Bangkit dan Berjuanglah Pattimura Muda Menyongsong Hari Esok yang Lebih Baik” itu, para tamu disuguhi tarian cakalele yang menggambarkan warga Maluku masa lalu berada di garis terdepan pertempuran. Selain itu, mengamanatkan pada seluruh warga keturunan Maluku agar terus melestarikan budaya tak ternilai yang diwariskan para pahlawan terutama Pattimura.

Setelah prosesi bakar obor diiringi lagu-lagu dan alat musik khas Maluku, disematkan baju berang kepada Pemimpin Umum Suara Merdeka Kukrit SW yang sekaligus pembina IKM Jateng dan Soemarmo HS (wali kota terpilih). Presdir Sido Muncul Irwan Hidayat yang rencananya juga akan disemati baju berang sebagai lambang kebesaran warga Maluku, berhalangan hadir.

Dalam sambutannya, Kukrit yang didapuk menjadi pembina IKM Jateng sejak dua tahun lalu ini menyebutkan, akan terus mendukung generasi Maluku di Jateng. ”Saya yakin warga keturunan Maluku bisa berperan banyak pada masyarakat sekitarnya,” kata dia.

Pekerja Keras
Kukrit mengungkapkan, sejak kecil sering berkumpul dengan orang-orang Maluku sehingga membentuk pribadinya menjadi pekerja keras, serta tegas dan berdedikasi tinggi pada pekerjaan yang sedang diembannya. Namun, tetap menjunjung tinggi keramahan pada setiap orang yang ditemui baik dalam urusan pekerjaan atau kegiatan sosial.

Kebanggaan juga dirasakan Soemarmo HS ketika dianugerahi baju kebesaran Maluku. ”Semoga warga Maluku berperan aktif membangun Semarang kelak,” lanjutnya.

Ketua IKM Jateng, John Richard Latuihamallo memperingatkan warga Maluku agar terus memegang ajaran Pattimura yang berani menghadapi tantangan, berani melawan ketidakbenaran, tetapi tetap mawas diri.

”Orang Maluku sangat halus hatinya, suka membantu teman, bahkan lebih baik mati untuk membela teman jika memang perbuatannya benar,” tambahnya. [berita di Suara Merdeka, 29/5/10)

Read more...

June 29, 2009

Selamat jalan Oom Dominggus Latuihamallo!


Segenap Pengurus dan anggota Keluarga Besar Ikatan Keluarga Maluku (IKM) Jawa Tengah menyatakan duka dan belasungkawa sedalam-dalamnya bagi Keluarga John Richard Latuihamallo SH MH (Ketua Umum IKM Jateng) yang telah ditinggalkan papa tercinta, Bp Dominggus Latuihamallo yang berpulang menghadap Bapa di Surga pada Hari Senin, 29 Juni 2009 pukul 18.30 WIB di RS Tlogorejo Semarang. Sebagai umat beriman, kami yakin dan percaya, oom Dominggus saat ini telah tenang dan damai di sisi Bapa di Surga....Selamat jalan, Oom! Selamat menuju keabadian kekal bersama Tete Manis di Surga....Amien. Jenazah dikebumikan Selasa, 30 Juni 2009 di TPU Kedungmundu.

Read more...

May 24, 2009

Perayaan Hari Pattimura ke-192 IKM Jateng





Satu Gandong, Satu Tanah Air Indonesia

sahureka reka gaba-gaba ampa bua
kalo nona sayang beta
mari dekat dekat jua
malayo malayo malayo
mala ditingal mala ditanjong tanjong yo
mala ditingal mala ditanjong tanjong yo

Tari dan lagu bertajuk ''Sahureka-reka'' yang dibawakan sejumlah muda-mudi Maluku menjadi pembuka yang manis Perayaan Hari Pattimura ke-192 tahun 2009 yang digelar Ikatan Keluarga Maluku (IKM) Jateng, Minggu (24/5).

Empat orang pria memegang galah dari bambu rangkap bersilang. Dengan irama: prak-prek, galah di tangan kanan dan kiri saling memukul. Lalu empat orang gadis berputar-putar sembari meloncat-loncat di sela-sela galah yang beradu. Panas mentari yang menusuk, tak mengusik konsentrasi dan keceriaan mereka.

Begitu para penari yang adalah mahasiswa UKSW itu masuk arena, sontak para penonton merangsek maju. Memberi aplaus meriah pada atraksi nan dinamis itu. Halaman DPRD Jateng yang menjadi tempat perhelatan tersebut, nyaris menjadi 'milik' sekitar 500 orang Maluku yang hadir pada acara itu.

Suasana berubah menjadi sangat khas Maluku. Dengan canda-tawa dan teriakan khas orang Maluku yang dikenal sangat terbuka dan egaliter. Suasana halaman DPRD menjadi 'Maluku banget', seperti idiom khas anak muda sekarang.

Peringatan Hari Pattimura yang jatuh pada setiap tanggal 15 Mei setiap tahunnya, menjadi ajang refleksi bagi warga Maluku, termasuk yang berada di perantauan untuk mengenang semangat juang dan heroisme Kapitan Pattimura yang berhasil merebut dan menduduki benteng Duurstede di Saparua dari tangan penjajah Belanda, pada 15 Mei.

Selain itu, perhelatannya menjadi ajang temu kangen dan silaturahmi antarwarga. Di perantauan, ajang temu kangen itu menjadi sangat begitu terasa karena jarang bertemu akibat kesibukan masing-masing.

Salah satu tokoh penasihat Ikatan Keluarga Maluku (IKM) Jateng, AKBP Benone Jesaja Louhenapessy menuturkan, perayaan Hari Pattimura menjadi refleksi bagi masyarakat Maluku untuk dapat meneruskan semangat juang yang telah ditunjukkan Pattimura, bukan lagi melawan penjajahan bangsa asing, melainkan untuk mengisi kemerdekaan dengan berbagai kegiatan yang memberikan konstribusi positif bagi pembangunan bangsa.

''Tema yang dipilih panitia, yakni 'Membangun Persaudaraan Satu Gandong, Satu Tanah Air Indonesia' sangat tepat, untuk mengingatkan dan menyadarkan bahwa orang Maluku itu pada prinsipnya adalah satu kandung, satu keluarga, sekaligus juga mempertegas sikap nasionalisme orang Maluku tetap satu bangsa dala wadah NKRI,'' tegas Beno yang menjabat Kapolres Semarang Timur tersebut.

Ketua Panitia Denny Tulaseket menambahkan, sama seperti peringatan tahun lalu, peringatan tahun ini juga didahului upacara tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Tunggal Semarang pada 15 Mei lalu. Puncak peringatan digelar sekaligus dalam berbagai acara, mulai dari ronda-ronda (jalan santai), pentas budaya Maluku, lomba mewarnai anak-anak, pembagian doorprize, dan diakhiri tradisi makan patita bersama.

Peringatan ini sekaligus menjadi momen ulang tahun pertama IKM Jateng yang lahir tepat pada 15 Mei 2008. ''Kalau manusia, IKM masih bayi, belum bisa berbuat banyak. Namun, kita tetap berupaya agar tetap eksis dan mempersatukan banyak saudara asal Maluku yang bermukim di Jateng,'' tegas Denny.

Ketua IKM Jateng, John Richard Latuihamallo menyatakan, peringatan tahun ini dirayakan secara lebih sederhana berbeda dengan tahun lalu yang sangat meriah. Hal itu terkait kondisi ekonomi di Tanah Air yang masih belum membaik.

''Kendati dalam kesederhanaan, namun tidak mengurangi antusiasme warga Maluku karena yang datang tetap banyak. Itu menunjukkan bahwa dalam kondisi apapun orang Maluku tetap rindu bertemu dan berkumpul sebagai sesama saudara, satu keluarga,'' tegasnya.

Kemeriahan pentas budaya Maluku, selain diisi oleh tari dan lagu 'Sahureka-reka' juga diwarnai atraksi tari Katreji dan polones yang semuanya dibawakan para mahasiswa UKSW asal Maluku.
Pentas budaya juga kian meriah dengan alunan suara merdu sejumlah penyanyi lokal asal Maluku, seperti John Pieter Lasamahu, Ruland Patrouw, Ruben Pattikawa, dan Benone Jesaja Louhenapessy yang ikut menyumbangkan suara merdunya.

Suasana khas Maluku kian lengkap saat makan patita digelar sebagai pungkas acara. Di atas sabua (tenda besar), aneka makanan khas Maluku seperti papeda, ikan kuah kuning, kasbi rebus, ikan cakalang bakar, dan colo-colo pun disajikan dan dalam sekejap habis disantap ratusan orang yang datang manggurebe (saling berebut). Semua berharap, semoga kemeriahan dan suasana keakraban seperti ini tidak lekang oleh waktu. Sebagai basudara satu gandong, Maluku manise....[thenu*]

Read more...

May 16, 2009

Tabur Bunga di TMP Giri Tunggal, 15 Mei 2009 dalam Rangkaian Hari Pattimura





Read more...

January 26, 2009











Read more...

Moluccas Meriahkan Natal Keluarga Maluku Jateng



Tiga penyanyi cewek asal Ambon, Lea Naomi Risamasu, Pita Loppies, dan Maria Da Silva, yang tergabung dalam Trio Moluccas, memeriahkan Perayaan Natal Ikatan Keluarga Maluku (IKM) Jateng. Trio penyanyi bentukan Tantowi Yahya itu menghibur hampir 1.000 warga asal Maluku se-Jateng, dalam Perayaan Natal yang digelar di Gedung Wanita, Jalan Sriwijaya Semarang, Sabtu (24/1), mulai pukul 19.00 WIB.

Tiga dara hitam manis itu, menggebrak emosi penonton dengan tujuh tembang, seperti Holy Nite, Pangkur Sagu, Gepe-Gepe, hingga Gandonge.
Moluccas bermula dari pemikiran penyanyi dan MC kondang, Tantowi Yahya untuk membuat alternatif baru dalam industri musik Indonesia dan meneruskan eksistensi dari trio penyanyi cewek asal Ambon, Lex's Trio.

Tahun 1999, Tantowi menggandeng penyanyi Andre Hehanussa untuk membentuk trio penyanyi cewek asal Ambon. Tahun itu pula, Tantowi bertemu Pita Loppies di sebuah stasiun TV swasta dan direkrut untuk bergabung dalam trio ini, yang sepakat diberi nama Moluccas atau Maluku. Setelah Pita, bergabung kemudian Audry Papilaya yang kemudian mengajak Lea Naomi Risamasu.


November 1999, Moluccas menandatangani kontrak dengan CeePee Production milik Tantowi, dan pada Februari 2001 Moluccas merilis album pertama bertajuk Se’.
Setelah diluncurkannya album perdana, mereka lantas menggelar tur ke Singapura dan Malaysia.

Bahkan atas undangan event organizer di Rusia dan Belanda, Moluccas tampil memuaskan keinginan penonton di dua negara Eropa tersebut.
Penampilan Mollucas di Belanda banyak ditonton oleh masyarakat Indonesia terutama dari yang berasal dari Ambon yang tinggal di negeri kincir angin tersebut.

September 2001, Maria Da Silva bergabung dengan Moluccas menggantikan posisi Audry Papilaya yang keluar dari trio tersebut. Moluccas formasi baru merilis album kedua pada april 2006 bertajuk us2u.
Renungan Natal mengambil tema ''Bersaksi dalam Kekuatan Kasih Karunia Allah'' dan subtema ''Hidup damai dengan Sesama'', dibawakan mantan rektor UKSW, Prof Pdt John Titaley, DTh.

Selain menghadirkan Moluccas, tampil pula dua penyanyi nyong Ambon, Roni Tapilaha dan Febian Hetharia, yang memeriahkan suasana dengan melantunkan tembang-tembang Ambon, sekaligus mengiring polones. Paduan Suara Mahasiswa UKSW asal Maluku juga menyegarkan suasana malam itu.

Hasil persembahan syukur malam itu yang seluruhnya berjumlah Rp 4.238.700 diserahkan untuk membantu anak-anak Panti Asuhan Cacat Ganda ''Bhakti Asih'' Semarang.

Ketua Panitia Natal, AKP Arifin Renel SH menyatakan sangat senang dan berharap makna Natal membawa damai dan sukacita bagi kuatnya kekerabatan dan persaudaraan warga Maluku di Jateng.

Hadir pada perayaan Natal tersebut, Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol dan Linmas) Prov Jateng, Agus Tusono SH, Ibu Kapolda Jateng, Ny Alex Bambang Riatmodjo, Ketua DPRD Jateng, Murdoko SH, Kapolres Semarang Timur, AKBP Benone Jesaja Louhenapessy SIK, dan perwakilan paguyuban warga asal NTT, Papua, dan Sulawesi Utara. [*]

Read more...

January 04, 2009

Mengenal Lebih jauh FAM Ambon

Marga Ambon merujuk kepada nama keluarga atau marga yang dipakai di belakang nama depan masyarakat Ambon/Maluku. Nama-nama marga di sini belum mencakup seluruh nama-nama marga Maluku Utara maupun Maluku Tenggara.

Di Indonesia Timur nama marga biasa juga disebut fam, yang menunjukkan pengaruh dari bahasa Belanda. Kata fam berasal dari kata familienaam yang berarti "nama keluarga".
Marga Ambon diambil dari nama keluarga yang digunakan oleh ayah.

Nama anak dari sebuah keluarga akan ditambahkan nama keluarga sang ayah di belakangnya. Dari nama-nama marga Ambon ini, dapat dilihat pengaruh Portugis dan Belanda khususnya, yang menunjukkan besarnya pengaruh penjajahan kedua bangsa itu di wilayah ini.

Daftar di bawah ini memuat beberapa marga Ambon.

A
Abednego, Abel, Abaroea atau Abarua, Abraham, Abrahams, Abrahamsz, Acher, Ademiar, Adeo, Adjahary, Adolf, Adonis, Adrian, Adrianz, Adrians, Adriaansz, Adrianus, Adtjas, Afaratu, Afdan, Afflu, Afitu, Aghogo, Agudjir, Agustinus, Agustis, Agustyen, Ahab, Ahad, Ahar, Ahiyate, Ahlaro, Ahnary, Ahudora, Ahver, Aihery, Ailerbitu, Ailerkora, Ainoli, Aipassa, Airory, Aitonam, Akasian, Akbar, Akel, Akerina, Akiaar, Akiari, Akiary, Akihary, Akipu, Aklafin, Akohillo, Akollo, Akse, Aktalora, Akyuwen (baca:Akiwen), Alain, Alakaman, Alamon, Alaslan, Alatubir, Alberthus, Albram, Alexander, Alfanay, Alfaris, Alfons, Alicaris, Aliputty, Alkatiri, Alkoteri, Allo, Aloon (baca:Alon), Alopy, Aloumoly, Alputila, Alvarisi, Alviaro, Alwen, Alwer, Alwy, Alyeru, Alyona, Amahoru, Amamaran, Aman, Amahorseya, Amanapunyo, Amaral, Amarduan, Ambar, Amergebi, Ameth, Amorhosea, Amos, Ambrosilla, Amunnopunjo, Amuntoda, Anakotta, Anakotapary, Anamova, Anas, Andea, Andies, Andres, Andrias, Andries, Angelbert, Angels, Angganois, Anggoda, Angkotta, Angkotamony (baca:Angkotamoni), Angkotasan, Angky, Angwarmase, Aninjola, Ansora, Anthonio, Anthony, Antormase, Apalem, Apalen, Apanath, Apang, Apitula, Apituley, Aponno, Apopits, Aprian, Aramuda, Araben, Arbol, Arends, Areros, Argueble, Aries, Aristarkus, Arjesam, Armando, Arnes, Arlooy (baca:Arloy), Aronds, Aropa, Aroran, Artafella, Arts, Arun, Asbay, Aschab, Asohorty, Asry, Assel, Astan, Asthenu, Aswaly, Asyeram, Atapary, Atbar, Atiby, Atihuta, Attamimi, Aucheyeny, Augustyn, Aunalal, Auratu, Aurima, Aurmartin, Awear, Awirano, Ayal, Ayawaila, Ayhery, Ayhuan, Ayuba,

B
Bachta, Bacory, Badelwair, Badmas, Baersady, Bager, Bahrid, Bairatnissa, Bairo, Bakarbessy, Bakker, Bakridi, Ballan, Bally, Balryan, Balsala, Balthazar, Balvid, Bamatrao, Bämfer, Baora, Baragain, Baransano, Barendz, Bareto, Barfeny, Barger, Barkeij, Barlola, Barloy, Barmella, Barons, Barry, Bartolomeus, Barutressy, Basafin, Basalamah, Basry, Basteirn, Bastian, Batceran, Batcori, Batdjedelik, Batfeny, Batfian, Batfin, Batfyor, Batho, Batidas, Batlajery, Batlyel, Batlyeware, Batserin, Batsira, Batsyory, Battisina, Batto, Batuwael, Batwael, Batyefwal, Bauwens, Bazari, Bazergan, Beay, Beffers, Belay, Belder, Belegur, Belen, Beljaky, Beljeur, Belmin, Belnard, Belseran, Belson, Belwain, Benlas, Benamen, Benedijk, Benjamin, Benson, Bento, Benyernakor, Berhitoe atau Berhitu, Bernadus, Bernhard, Bernard, Bernts, Bersaby, Bersalei, Beruat, Besan, Betaubun, Betoky, Bianchi, Biet, Bille, Binbaso, Binnendijk, Binsye, Birahy, Blijlevens, Blukora, Bochi, Boften, Boger, Boina, Boinsera, Boky, Bolisara, Bonara, Bonsalya, Boogart, Borges, Borlak, Bormassa, Borrel, Borolla, Borut, Bosko, Bothmir, Botter, Breekland, Bremeer, Bria, Bruhns, Bruigom, Buano, Buarlely, Builder, Buiswarin, Bukop, Buloglatna, Buloroy, Bunjanan, Burnama, Bwariat, Bwarnirum,

C
Callahan, Calvari, Camerling, Capobianco, Carelsz, Carliano, Carolus, Castera, Castillo, Cecene, Chakenota, Cheiongers, Chello, Chera, Chostantinus, Chrisaldo, Christabel, Christen, Christiaan, Christo, Christoffel, Cie, Cobis, Coendraad, Cohen, Collins, Cols, Comul, Conoras, Consina, Corputty, Corneille, Cornelis, Correia, Courbois, Cramer, Crola, Cuana,

D
da Costa, da Queljoe (atau de Quelju), Dahoklory, Damava, Dandel, Daniel, Daniels, Darany, Dario, Dasfordate, Dasletty, Dasmasela, Dasola, da Silva, da Sousa, Dates, David, Davidz, Dawan, Day, Dayera, Deay, de Barrito, de Bell, de Boer, de Bree, de Brund, de Eng, de Elie, de Feniks, de Flart, Defnada, de Fretes, de Gier, de Graaf, de Haas, de Haart, de Houtman, de Jong (atau de Yong), de Kates, de Keyzer, de Klerek, de Kleric, de Kooc, de Kock, de Kroes, de Leeuw, Delfiga, de Lima, Delly, de Lopez, de Lozari, Demny, den Brave, Denwaklera, Deo, de Powes, Deraukin, Deres, Derhaag, Deriksen, Derikson, Derlauw, Derlen, Derman, de Rooij, de Rozary, de Silo, de Sily, de Sirat, de Soysa, Devenubun, de Vette, Devo, de Vreede, de Wanna, Diasz (atau Dias), Diaas, Diaz, Dikroes, Dilear, Dileer, Diller, Dirk, Dirklalean, Dirksz, Disera, Dagang, Djafry, Djakaria, Djamdjik, Djelagay, Djelau, Djervui, Djermor, Djerol, Djetul, Djibrael, Djilarpoin, Djonler, do Andres, Dobred, Dohasair, Dolhalewan, Domingus, Domlay, Dobbert, Dobertd, Dolaitery, Dolita, Dolkapi, Dolwoy, Dominggos, Dompeipen, Dopiando, Doppert, Doren, Dorseis, dos Santos, Doter, Dousee, Drachman, Drees, Drimol, Drost, Duarmas, Dula, Dumgair, Duparlira, Dwicaprie,

E
Edberth, Edward, Effelewn, Efluar, Efraim, Efruan, Egberth, Eideul, Eirumkuy, Eiwury, El, Elake, Elaury, Eleujaan, Eleuwarin, Elier, Elmas, Elanor, Elath, Eliesen, Elkel, Elle, Ellias, Elfarin, Elminero, Elpis, Elsiba, Elsoin, Eluwart, Elte, Elwarin, Ely, Elyaan, Embisa, Emola, Empra, Emray, Engel, England, Engro, Enrico, Entamoin, Enos, Entero, Enus, Eoch, Erbabley, Eremerd, Erlely, Ernas, Eropley, Ersaprosy, Erwanno, Esomar, Esrev, Esserey, Essy, Etiory, Etrial, Ette, Etwiory, Eugara, Evaay, Evamutan, Evert, Ewaldo, Eyale, Ezauw,

F
Fader, Fadersair, Fador, Faifet, Falaici, Falauf, Falera, Falermury, Falikres, Fallen, Famas, Famney, Fanbrene, Fanlay, Fangohoy, Farjala, Farly, Farsin, Fasse, Fatbinan, Fatfora, Fatlalona, Fatlira, Fatrua, Fatsey, Fauth, Febby, Febesal, Felay, Feldbrugge, Felndity, Feninlambir, Fenjalang, Fenlop, Fenyapwain, Feoh, Fer, Ferlin, Ferdinandus, Fernandes, Fernando, Fernayan, Fesanrey, Fianberi, Fifaona, Fillips, Filmort, Firanty, Firley, Firloy, Fitron, Fiumdity, Flohr, Flontin, Flora, Floris, Flory, Fofid, Fol, Foor, Foraly, Forfan, Forinti, Formes, Forwet, Fower, Frabes, Franciz, Frandescolli, Frans, Franciscus, Franssisco, Fransz, Frare, Freely, Froim, Fuarisin, Fuller, Fursima, Futraun, Futural, Futuray
G
Gabriel, Gaflomi, Gahetto, Gahinsa, Gaite, Gaitian, Gamar, Gamgenora, Ganay, Ganobal, Ganza, Garbim, Gardjalay, Gardjey, Garium, Garlay, Garlora, Garpenassy, Garsiana, Gasko, Gasper, Gaspersz, Gelagoy, Gelfara, Genno, George, Geraldi, Geresi, Geslauw, Ghosaloi, Gigengack, Gill, Gisberthus, Geassa, Geers, Gerrits, Gerson, Giay, Gilbert, Gimon, Ginzel, Giop, Giovani, Givano, Gobay, Godlieb, Goeslaw, Gogerino, Gohir, Goin, Golf, Golle, Golorem, Gomes, Gommies (atau Gommis), Gordan, Gorfan, Gonimasela, Gonsalves, Gonzales, Gosain, Gosem, Gosjen, Goszal, Goteris, Goulaf, Granada, Grasselly, Grisel, Grobbe, Gudam, Gurgurem, Gurium, Gwedjor,

H
Habel, Habibu (atau Habibuw), Hadler, Hahijary, Haikutty, Hair, Hahury, Hakamuly, Hakapaä, Halapiry, Halawane, Halawet, Halirat, Hallatu, Haliwela, Hallauw, Halos, Haluly, Haluna, Haluruk, Hambaly, Hameda, Hammar, Han, Hanavi, Hanegraaf, Hanorsian, Haprekkunarey, Haratilu, Harbel, Haris, Harlen, Harmen, Harmusial, Harnia, Hartala, Hartety, Hartsteen, Hasbers, Haspers, Hassanussy, Hatalaibessy, Hatane, Hataul, Hatharua, Hathelhela, Hatlessy, Hattu (atau Hatu), Hatuina, Hatuleli, Hatuluayo, Hatumessen, Hatuopar, Hatusupy, Hatusupit, Haulussy, Haumahu, Haumalaha, Haumase, Haurissa, Hauwert, Havelaar, Havterheus, Hawaä, Hayat, Hayer, Hayon, Helaha, Hehalatu, Hehalissa, Hehamahua, Hehamoni, Hehanussa (atau Hehanusa), Hehareuw, Heharu, Heideman, Heikoop, Heipary, Helaha, Heldernisse, Helermuri, Heleryoka, Helewend, Heljanan, Helma, Helnia, Helola, Heluth, Helwed, Helweldery, Hemar, Hemas, Henamony, Henaulu, Hendrick, Hendriks, Hendriksz, Hendrikus, Hendry, Hengkessa, Hengst, Hengtz, Henriques, Herekly, Heremkuy, Herin, Heriola, Herling, Herluly, Herman, Hermanus, Hermarna, Hermeling, Hernauw, Herpiou, Herus, Hetharie, Hetharia, Hetharion, Hetharua, Hetiahubessy (atau Hitahubessy), Heumasse, Heumassy, Heuvelman, Heyer, Hgairtety, Hiariej, Hilaul, Hiteler, Hitalessy, Hitijahubessy (atau Hetiahubessy), Hitipeuw, Hitrihon, Hitiyambessy, Hitto, Hilaul, Hiskia, Hitalesiakwany, Hitirissa, Hiulruur, Hiwy, Hlacronarey, Hoamoal, Hoffmeester, Hogendorp, Hokeyate, Hong, Holatila, Holika, Holle, Holthuisen, Homase, Hommy, Honorsian, Hoor, Horaszon, Hordembun, Horeyaam, Horhoruw, Horts, Horsael, Horsair, Horst, Horu, Hosea, Host, Huath, Hüffner, Huibers, Huik, Huily, Huka, Hukom, Hukunala, Hulkiawar, Hully, Huliselan, Huniake, Hunila, Huninhatu, Hunitetu, Hunsam, Hurasan, Hurlean, Hurry, Hursepuny, Hursina, Hursup, Hurwiora, Husen, Husein, Hutubessy, Hutuely, Huwaa, Huwae,

I
Ibkar, Ihalauw (atau Ihalahu), Ilella, Ilely, Ilery, Imasuly, Imea, Imkorle, Immink, Imoliana, Imsula, Imuly, Inanosa, Intopiana, Ipol, Irapanussa, Iraratu, Irkey, Iriley, Irloy, Irmuply, Isaac, Ishak, Iskiwar, Ismael, Isran, Istia, Italilpessy, Itamar, Itapaty, Itramury, Iwamony, Iwane, Iwar, Iyay, Iyon, Izaach, Izack,

J
Jacob, Jacobs, Jacobus, Jadera, Jaflaun, Jaftoran, Jahya, Jallo, Jalmav, Jamangun, Jambormias, Jamco, Jamrewav, Jamsaref, Jan, Jansay, Jansen, Janser, Janwarin, Jaolath, Jasso, Jeflely, Jekriel, Jellira, Jempormiasse, Jennia, Jerfatin, Jermias, Jeremias, Jesayas, Jethro, Jheo, Jimando, Jirlay, Jochems, Joel, Johan, Johands, Johansz, Johannes, Johannis, Joktimera, Jonain, Jonathan, Jones, Jooce, Joostensz, Joris, Joseph, Jotlely, Jozias, Juarsa, Julian, Julis, Jurben, Jurley, Justinus,

K
Kaary, Kabalessy, Kadmaer, Kadtabal, Kafroly, Kahaela, Kahyoru, Kaibobo, Kaidel, Kaihatu, Kaihena, Kailey, Kaillem, Kailola , Kailolo, Kaimahrela, Kainama, Kaipatty, Kaitjlapatay, Kaitjily, Kajihi, Kakerissa (atau Kakarissa), Kakiailatu, Kakiay, Kakihena, Kakesina, Kalabory, Kallaij, Kalqutny, Kamclane, Kamerkay, Kamsy, Kamuala, Kamukalawae, Kanaitang, Kanawa, Kannety, Kanony, Kapale, Kappuw, Kappy, Kapressy, Karafe, Karanelan, Karatem, Kareis, Karel, Karelaw, Karels, Karesina, Kariuw, Karmezach, Karolis, Karoni, Karspasina, Karsten, Kartensz, Karual, Karuna, Kary, Karyoma, Kasale, Kasamilale, Kasihiw, Kasihuw, Kasmanus, Kassirsz, Kassiuw, Kastanta, Kastanya, Kastella, Kasten, Kastera, Kastero, Kastra, Kasturian, Katayane, Katipana, Kay, Kaya, Kayadoe atau Kayadu, Kayapa, Kdise, Kedalil, Keddah, Kefbarin, Keikuhu, Keilalilota, Kelanit, Kelderak, Keliobas, Keljasa, Keljombar, Kelmaskov, Kelrey, Kelyaum, Kempa, Keppy, Karjapy, Kerthy, Keegel, Kerisoma, Kermite, Kerty, Kesaulya, Ketno, Keumasse, Key, Keyer, Kheral, Khoe, Khomaro, Khouw, Khongred, Khurnalla, Kifta, Kikalessy, Kilanresy, Kilbaren, Killay, Killy, Kilywe, Kilmas, Kipuw, Kirans, Kiriweno, Kirlelya, Kirwelak, Kisenrat, Kissia, Kivert, Klauw, Klavert, Klerock, Kloer, Klopfleisch, Knatmera, Kniesmeijer, Knyarilay, Knyarpilta, Kofit, Kohinsafun, Kohumarua, Kohunussa, Koimer, Koisine, Kok, Koknussa, Kolahatu, Kolahuwey, Kolakvera, Kolathena, Kolatveka, Kolelsy, Kolessy, Kolibunso, Kols, Komas, Komnaris, Komrey, Komsary, Konhud, Konoralma, Kooistra, Koraag, Koranelao, Korisen, Koritelu, Korlefura, Korlooy, Kormasella, Kornamne, Kornelis, Korsely, Kortefura, Kortman, Koryesin, Korytelu, Koslout, Kostantin, Kosten, Kotadiny, Kotalawa, Krestian, Kriekhoff, Krisop, Kromes, Kronenberg, Kruytzer, Kudmas, Kudusia, Kufla, Kuhuail, Kuhuparuw, Kuhuwael, Kuhurima, Kulit, Kumbansila, Kundre, Kursam, Kusapy, Kustely, Kuswara, Kuvla, Kuypers, Kwakernaak, Kwalomine, Kwanander, Kwarmona,

L
Laäle, Labalen, Labery, Labobar, Ladisary, Lafina, Lafuur, Lagraduay, Lahale, Lahallo, Laian, Laicerewy, Laidillona, Laikyer, Lailossa, Lailro, Laimesian, Laimeheriwa, Laimena, Laimera, Laimuslo, Lainata, Lainsamputty, Laisina, Laisouw, Laitera, Laiterkuhy, Laitety, Laitjatamu, Lakavin, Lakawael, Lakburlawar, Lakfo, Lakuteru, Lala'ar, Lalihitu, Lalopua, Lamany, Lamawitaq, Lambartir, Lambertus, Lamderts, Lameky, Lamera, Lamers, Lamere, Lamerkabel, Lampira, Lendisyem, Langer, Langoru, Lanith, Lanjkatyela, Laodendulukh, Lapia, Laplelo, Lappy, Laratmase, Larjela, Larjerau, Larmokas, Larope, Larser, Larsoba, Larwuy, Laryana, Lasaaly, Lasamahu, Lasano, Lasatira, Lasera, Lasiomina, Lassol, Latarissa, Latekay, Lattan, Latuael, Latuamury, Latuasan, Latuary, Latubadina, Latuconsina, Latue, Latuharhary, Latuheru, Latuhihin, Latuihamallo, Latukaisupy, Latukolam, Latukolan, Latuny, Latupella, Latul, Latulanit, Laturua, Latumaelissa, Latumaerissa, Latumahina, Latumairissa, Latumalea, Latumanuwey, Latumanuseite, Latumapina, Latumeten, Latupapua, Latupeirissa, Latupella, Latuperissa, Latupraja, Latuputty, Latusia, Lattu, Laturake, Laturette, Laturputih, Latus, Latusinay, Latutubaka, Latuconsina, Latusallo, Latuwael, Latusuay, Lauhvy, Laukon, Launuru, Laurika, Lausepa, Lausiry, Lauterboom, Lavina, Lavuy, Lawalatta, Lay, Layabar, Lealessy, Leasa, Leansamputty, Leanwoar, Learity, Leasa, Leasiwal, Leatemia, Leatomu, Lebelauw, Lefmurmuri, Lefta, Leften, Lefteuw, Lefuga, Lefumonay, Lefuray, Legajir, Leikawa, Leimeheriwa, Leitemia, Leihitu, Leimena, Leipary, Leirissa, Leisisel, Leiwakabesy, Leiwier, Leite, Leivitar, Lekahatu, Lekahena, Lekairua, Lekal, Lekalaet, Lekalisa, Lekan, Lekatompessy, Lekawael, Lekenila, Lekerupy, Lekiohapy, Lekiora, Lekipiouw, Lekransy, Leksair, Leksona, Lelapary, Leleulya, Leleury, Leliweary, Leliyemin, Lelsury, Lellortery, Lemosol, Lenahatu, Lendersz, Lendert, Lenna, Leohena, Leomuda, Leonadal, Leonard, Leonary, Leonlina, Lepertery, Lepith, Lermer, Lerrech, Lerrick, Lesbassa, Lesbatta, Lescona, Lesel, Lesiasel, Lesiela, Lesilolo, Lesimanuaya, Lesirollo, Lesnussa, Lesomar, Lesputty, Lessidi, Lessil, Lessiputty, Lessituny, Lessy, Lestaluhu, Lesteru, Lestuny, Lestussin, Leisubun, Letelay, Lethulur, Let-Lei, Let-Let, Letlora, Letsoin, Letty, Letwar, Letwory, Leuhena, Leuhery, Leulier, Leundra, Leunufna, Leunura, Leurima, Leuwol, Levi, Lewaherilla, Lewahopa, Lewankiky, Lewansorna, Lewantour, Lewaru, Leweheri, Lewenussa, Lewerissa, Lewery, Lewibaker, Lewier, Lewna, Lico, Lidiperu, Lieando, Lienatha, Liesay, Liklikwatil, Likumahua, Liliefna, Liligoly, Lilihata, Lilihua, Lilipaly, Lilipory, Limaheluw, Limarloy, Limbers, Limehuwey, Limirubus, Limor, Linansera, Lindray, Linson, Liptey, Lipury, Lirrey, Lisaholeth, Lisapaly, Lisnario, Litaay, Litamahuputi, Litilohy, Litwart, Liufeto, Loby, Lobya, Lodarmase, Lodrigus, Lohy, Loilar, Loimalitna, Loimehiapy, Loirouw, Loisa, Loisoklay, Loiurro, Loka, Lokarleky, Lokollo, Lokra, Lolinwafan, Lomera, Lomesliden, Londer, Loomeyer, Lopes, Loppies, Lopuhaä, Lopulalan, Lopulissa, Lopumeten, Loran, Lorenzo, Lorwens, Losepta, Loswetar, Lotsepta, Lotusyera, Louhenapessy, Louhanapessy, Louhattu, Louhery, Louis, Loulolia, Loupatty, Loupias, Lourensz, Louth, Loutwaviokar, Louw, Lowaer, Loyra, Luamasse, Lucas, Ludimera, Lufkey, Luhukay, Luhulima, Lukmetiabla, Lukukay, Luis, Lukas, Lumalessil, Lumamuly, Lumanon, Lumatalale, Lumoly, Lumona, Lumuly, Lumyar, Lundberg, Lurika, Lusikooy, Lusnarnera, Lussy , Luther, Luturdas, Luturmas, Luturkey, Luturyaly.

M
Maäda’el, Maäil, Maähury, Maälette, Maänary, Maäsuly, Maätita, Maätitahputih, Maätitawaer, Maätoke, Maäturwey, Machmara, Macora, Macsurella, Madelis, Madethen, Madrach, Maelissa, Maerissa, Maghyn, Magista, Magistroy, Mahakena, Mahu, Mahubessy, Mahulete atau Mahulette, Mahupale, Mahwil, Maici, Maifor, Maigoda, Maiheuw, Maihoram, Maik, Mailera, Mailissa, Mailoa, Mailopuw, Mailuhu, Mainake, Mainasse, Mainasy, Maintor, Maipau, Mairera, Mairuhu, Maitha, Maitimu, Maituni, Makahinda, Makalew, Makalaypessy, Makarawe, Makasenda, Makatey, Makatita, Makeralo, Makewe, Makooy, Malagwar, Malaihollo, Malaka, Malakauseya, Malaluhon, Malawat, Malawau(w), Male, Malesi, Malinder, Malioy, Malirafin, Malirmasele, Malkus, Malloly, Mallur, Maloka, Maloky, Malonsilly, Manait, Manakane, Mancino, Mandalise, Mandessy, Mandry, Manduapessy, Mangar, Mangera, Mangidano, Manginsela, Manila, Manilet, Manintamahu, Manipa, Manina, Manlany, Mansilety, Mantauw, Manthol, Mantouw, Mantulameten, Manuel, Manuhuttu, Manufury, Manukelle, Manukiley, Manukily, Manupassa, Manuputti atau Manuputty, Manusama, Manusiwa, Maollo, Mapussa, Marantika, Marantha, Marasabessy, Marcus, Mardia, Mardjan, Marer, Mareray, Maressy, Maretray, Marian, Marguly, Marino, Marlay, Marolan, Marloune, Marlovolin, Maros, Marsela, Marthens, Maryanan, Marlissa, Marmusial, Maromon, Marthen, Marthinus, Marthius, Masado, Maruanaja atau Maruanaya, Marwa, Maryate, Masbait/Masbaitoeboen (baca: Masbaitubun), Masella, Masesua, Masiglat, Maspaitella, Masriat, Masrikat, Massen, Matahelumual, Matahurilla, Matakena, Matakupan, Matalatta, Matalatua, Matanassy, Matapere, Matatula, Matauseya, Materay, Matheis, Matheos, Matheus, Matinahoruw, Matitahmeten, Matimau, Matmey, Matinahoru, Matital, Matitaputty, Matloa, Matly, Matruthe, Matrutty, Mattale, Mattinahotuw, Matuahitimahu, Matualessy atau Matulessy, Matuanakotta, Matulty, Maturbongs, Matuwalatupauw, Matwear, Mauauth, Mauberg, Maudara, Mauhema, Maulanny, Maulias, Mauressy, Maurits, Maussa, Mautheis, Mauweng, Mawara, Mawetars, Mayahy, Mayano, Mayaut, Mayor, Meckel, Mehedila, Mehen, Mehiwarleky, Mehmorlay, Mehmory, Meifarth, Meikdely, Melaira, Meliezer, Melmambessy, Melsadalim, Melsasail, Melwaer, Mendes, Mendoza, Menora, Merdio, Merweer, Mesack, Mesdila, Mesliden, Mesloy, Messa, Metalmely, Metaloby, Metanleru, Metekohij, Metehelemual, Metiary-Lumalessil, Metiora, Metjikit, Metrian, Meturan, Meute, Meyano, Meyer, Mezack, Michael, Mina, Minaelt, Minaely, Mioch, Miog, Mirlauw, Miru, Moeri, Moers, Mofun, Moksen, Molana, Moll, Molle, Monaten, Mondjil, Moneay, Moniharapon, Monipola, Monny, Montefalcon, Mora, Mores, Morgan, Morios, Morsen, Moryaan, Mosez, Mosse, Mouren, Mouw, Mozes, Mual, Muges, Mularen, Mulder, Muller, Munster, Muriolkossu, Murjani, Musaad, Musila, Muskitta, Mustamu, Mustany, Mutlay, Muya, Musly,

N
Nafali, Naflery, Nahaklay, Nahumarusy, Nahumuri atau Nahumury (atau Tuanahumury), Nahusuly, Nahusona, Nahuway, Naihonam, Naim, Nampasnea, Namserna, Namuru, Nanariain, Nandisa, Nanlessy, Nanlohy, Nares, Naressy, Nanulaitta, Nanuru, Nanusella, Naraya, Narayaman, Narmo, Naroly, Narua, Naryemin, Nasela, Naskay, Nasrany, Natan, Natasian, Natjikit, Natlayer, Natten, Natro, Nauwe, Navan, Nettana, Nicolaas, Niker, Nitakessy, Nitalessy, Nelson, Nife, Nikodemus, Nindatu, Ninkeula, Nisaf, Nendissa, Nengkuela, Nengkuelya, Nererain, Nerwel, Neva, Neyte, Ngelyaratan, Ngabalin, Ngamel/Ngamelubun, Nifmaskossu, Nikijuluw (baca:Nikiyulu), Nirahua, Nisdoam, Nivaan, Nokpay, Norimarna, Norwens, Nova, Novira, Noya, Nugracia, Nuhuyanan, Nukuhehe, Nuniary, Nunlehu, Nunumete, Nurlatu, Nurlette, Nurtanio, Nurue, Nusaly, Nussy,

O
Octavians, Oersepuny, Ofan, Ohello, Ohoiledjaan, Ohoimar, Ohoiner, Ohoira, Ohoirenan, Ohoitavun, Ohoiwirin, Ohorella, Ohman, Oilira, Oita, Oktoseya, Oladasi, Olamando, Olczweski, Olinger, Oliver, Olivier, Oliviera, Olkteseja, Onaola, Onardo, Onarely, Onarloy, Ondy, Ongels, Ongkers, Onoly, Oosterhuis, Oppier atau Opir, Oraile, Oraplawal, Oraplean, Orindalim, Orno, Orun, Oryoin, Oshaer, Osleky, Ospara, Otmudy, Otta, Oudshoorn, Oybur,

P
Paaijs atau Paays, Pahar, Paija, Paihra, Pairhy, Pakaila, Pakaless, Pakkel, Pakniany, Palain, Palajo, Palapessy, Palpialy, Palencar, Palias, Palica, Palijama atau Palyama, Palijate, Palisoa, Palpia, Pamounda, Panjaito, Panpalares, Papilaya (atau Papilaja), Parera, Parety, Parewang, Pariama, Pariela, Parihala, Parinama, Parintah, Parinussa, Pariuri atau Pariury, Parjer, Paron, Parura, Pary, Pasalbessy, Pasanea, Paselima atau Passelima, Pasinau, Passa, Passal, Passau, Patawaria, Patehaduan, Pati, Patjanan, Patras, Patrouw, Pattalala, Pattawala, Patti, Pattianakota, Pattiapon, Pattiasina, Pattiata, Pattiiha, Pattihahuan, Pattiheuwean, Pattikairatu, Pattikawa, Pattileamonia, Pattileraonia, Pattileuw, Pattilouw, Pattimahu, Pattimaipauw, Pattimukay, Pattinama, Pattinasarani atau Pattinasarany atau Pattinaserany, Pattinaya, Pattinussa, Pattipawaej, Pattipeilohi atau Pattipeilohy atau Pattipilohy, Pattipeiluhu, Pattirajawane, Pattirousamal, Pattiruhu, Pattisahusiwa, Pattisamalo, Pattisapacoly, Pattiselanno, Pattiserliun, Pattisinay, Pattisia, Pattiwael, Pattiwaelapia atau Pattiwaellapia, Pattimura, Pattiusen, Pattotmen, Patty, Pattynama, Paturia, Paul, Paulain, Paulus, Paulusz, Paunno, Payara, Pay, Payer, Payessy, Pea atau Peea, Peca, Pehine, Peilouw, Peimahul, Peisina, Pelamonia, Pelapelapon, Pelapory, Pelasula, Pelaury, Peletimu, Pellata, Pellaupessy, Pello, Pelman, Pelmelay, Pelu, Pelupessy, Penny, Penu, Pentura, Pentury, Perdijk, Peres, Perez, Perklay, Perley, Perloy, Persulessy, Pertafun, Perulu, Peseletehahan, Pesireron, Pesiwarisa, Pesilette, Pessi atau Pessy, Pesoelima atau Pesulima, Pesurnay, Pesuwarissa, Peta atau Petta, Petrusz, Peuohaq, Peweloy, Phillips, Philippus, Pical, Picanussa, Picarima, Picasouw, Picauly atau Picaulima, Picauria, Piculima, Pieter atau Pieters, Pieterst, Pietersz, Pieris, Pieritsz, Pikason, Pinoa, Piris, Piries, Pirsouw, Pisarahu, Pitna, Pitoty, Pitries, Pocerattu, Pohirey, Pohwain, Poipessy, Pokar, Pokomasse, Pokrena, Polari, Polhaupessy, Pollatu, Polnaya, Polsiary, Polway, Polyn, Pomeo, Pony, Pooroe, Porce, Porfchy, Porkily, Porlary, Porloy, Pormes, Porsche, Porsiana, Porsisa, Porudara, Porulery, Porwaila, Porway, Postema, Postma, Potoruw, Prans, Pronk, Proprey, Prossy, Proym, Pulumahuny, Pupella, Purimahua, Putiheruw, Putirulan, Puttileihalat, Puttineta, Puttiray, Putuhena, Puturuhu, Puyamna, Pynuslan,

Q
Que, Queljoe, Quezon,

R
Rachil, Radamussa, Radiena, Radjabaycolle, Radjawane, Rafael, Rafel, Rafupaira, Ragalomi, Rahabav, Rahabeat, Rahaded, Rahado, Rahael, Rahajan, Rahakbauw, Rahalob, Rahankey, Rahaor, Rahanra, Rahansikwer, Rahanten, Rahawarin, Rahayaän, Rahalus, Rahangier, Rahangmetan, Rahankuren, Rahansamar, Rahentus, Rahanwatty, Rainony, Raja Boean, Rajab, Rajawane, Ralahallo, Ralahalu, Rambers, Ramchic, Ramon, Ramschie, Ranguly, Rarsina, Ratissa, Ratsehaka, Ratsina, Ratte, Ratuhalin, Ratukoten, Ratulohain, Raturomon, Ratuteher, Raude, Raviv, Rea, Reane, Reawaruw, Reasoa, Rebiltaban, Recy, Redonov, Reeyk, Reffialy, Refilely, Refilteman, Refualu, Refun, Refwalu, Regel, Rehatalanit, Rehatta, Rehiary, Reihara, Reilely, Reimas, Reinhard, Reinould, Reintjes, Reiper, Reitiwal, Reken, Relew, Relmasira, Remialy, Remkes, Remmona, Rendat, Ren-El, Renfan, Renfarak, Rengil, Rengirit, Renhoar, Renhoran, Renhuard, Reniban, Renleeuw, Renmaur, Renolat, Renoult, Rentor, Rentua, Renuf, Renuw, Renwer, Renwet, Renyaän, Rerebain, Reressy, Rerinne, Rering, Rery, Resbal, Residay, Resie, Resilowy, Resimery, Reslanut, Reslev, Resley, Resmol, Respessy, Ressel, Ressok, Restuny, Rettob, Reunussa, Revalo, Revo, Revualo, Rey, Reyk, Reyth, Rheebok, Ria, Riamlias, Ribock, Richard, Rici, Ridtjab, Rieuwpassa, Rihna, Rihulay, Rijoly, Rikiwelas, Rikumahu, Rirlherta, Rinsampessy, Riri, Riry, Ririasa, Ririhatuela, Ririhena, Ririmasse, Ririmasu, Riripoy, Riry, Rirsouw, Risahondua, Risakotta, Risamassu, Risamena, Risambessy, Risampessy, Risapori, Risreuw, Risteruw, Ritananuku, Ritawaemahu, Ritho, Ritiauw, Rivai, Riyanda, Road, Roberth, Robertho, Röder, Rodja, Rodriguez, Roffe, Roge, Roirelmasira, Rolas, Rolobessy, Romean, Romalaha, Rombaello, Romeon, Rommer, Romera, Rometna, Romhery, Romkeny, Romlioni, Romlus, Romode, Romohoira, Rompies, Romrainy, Romsery, Romumoij, Romtia, Romuty, Roos, Rooy, Ropena, Rorafuy, Rorainy, Rosen, Rosevelt, Rosfader, Rossi, Rostary, Rosumbre, Rotasouw, Roteltap, Rotobessy, Ruban, Ruff, Rügebregt, Rugebreith, Ruhukail, Ruhulessin, Ruhulessy, Ruhupessy, Ruhunlela, Ruhunussa, Ruhupatty, Rukka, Ruimassa, Rumalattu, Rumailal (Rumaillo), Rumalaiselan, Rumalaselan, Rumalatea, Rumalewang, Rumaloine, Rumamina, Rumamory, Rumappar, Rumasoal, Rumthe, Rumfaan, Rumaf, Rumadery, Rumahenga, Rumakety, Rumalaiselan, Rumangun, Rumarihu, Rumaruson, Rumasella, Rumbalifar, Rumbouw, Rumew, Rumfaan, Rumfot, Rumlaän, Rumles, Rumlus, Rumngevur, Rumphius, Rumpis, Rumpuin, Rumsory, Rumthe, Rupisiay, Russel, Ruspanna, Russyn, Rusten, Rutumalesi, Rutunalessy,

S
Saämena, Sabandar, Sabonno, Sadsuitubun, Safenussa, Sagena, Sahabudin, Sahanaya, Sahalessy, Sahar, Saharui, Sahertian, Sahetapy, Sahetumby, Sahilatua, Sahlan, Sahuburua, Sahulata, Sahuleka, Sahureka, Sahupalla, Sahusilawane, Said, Saidely, Saija (atau Tuasaija dari Nunusaku. baca: Saiya, Tuasaiya), Saihainenia, Saihitua, Sailapra, Sailele, Saimima, Saimorsa, Sainafat, Saineran, Sainlia, Sainyakit, Saipelessy, Sairas, Sairdama, Sairduly, Sairkora, Sairlela, Sairlona, Sairlouth, Sairpaly, Sairseta, Saiselar, Saitian, Sairtory, Saklil, Sakliressy, Salahalo, Salahay, Salaka, Salakory, Salamahu, Salambessy, Salambona, Salampessy, Salamena, Salamony, Salamor, Salasiwa, Salatalohi, Salawane, Saleky, Salhuteru, Saliha, Salkery, Sallira, Salomon, Salmon, Salosso, Salurilla, Samadara, Samafat, Samal, Samall atau Samallo, Samaleleway, Samanerey, Samar, Samadara, Samasal, Samder, Samen, Samkay, Samloy, Samollo, Sampulawa, Samson, Samual, Samuel, Samusamu, Sanahu, Sanaky, Sanders, Sandert, Sangaji, Santiago, Sapacoly, Sapalewa, Sapasuru, Sapia, Sapulete, Saptenno, Sapsuka, Sapthu, Sapury, Sapya, Saquarella, Sardinson, Sarimolle, Sarioa, Sarkol, Sarloy, Sarmaly, Sarmanella, Sarusway, Sasabone, Sasake, Sasole, Saulissa, Sauruy, Savsavubun, Schaduw, Schenkuysen, Schrifen, Sedubun/Sedoeboen, Seamiloy, Seane, Seay,Seilano atau Selano, Seimahuira, Seimahuwa, Seipalla, Seipattiratu, Seipattiseun, Seir, Seite, Sekarone, Sekewael, Selanno, Selatnaya, Seldjatem, Selgader, Seleky, Selfenay, Sella, Selra, Selsily, Seltubir, Seluhollo, Selvara, Selvuan, Sem'ula, Senor, Septorday, Septory, Serandoma, Serhalawan, Serin, Seriven, Sermaf, Serpara, Serpiela, Serro, Serumena, Serusiay, Sersian, Sesye, Setha, Setty, Seuw, Sewta, Siahanenia, Siahaya, Siaila, Sialana, Siane, Sianressy, Siarukin, Sichers, Siegers, Sienaya, Sieto, Sifata, Sigin, Sigmarlatu, Sihasale, Sikte, Sila, Silahooij (baca: Silahoy), Silara, Silawane, Silawanebessy, Siletty, Silfanay, Silgaden, Silipory, Silkaty, Sillueta, Sillouw, Silooy, Silvera, Simaela, Simatouw, Simao, Simon, Simona, Sina, Sinamona, Sinatti, Sinay (atau Tuasinay), Singadji, Singerin, Sinia, Sinmiasa, Sintiory, Sinyendir, Sipahelut, Sipasulta, Sipiel, Sipolo, Sirdjoir, Sirken, Sirlay, Sirsobad, Sitanala, Sitania, Sitaniapessy, Siutta, Siwabessy, Siwalette, Sklaressy, Slarmanat, Slassa, Slubyanik, Snall, Snylau, Snyopwain, So, Soakakone, Soares, Socnosiwy, Sodefa, Soentpiet, Sogalrey, Sohilait, Soin, Soindra, Solarbisain, Solehuwey, Solemeda, Solefucy, Solgarey, Solinav, Solissa, Solmeda, Solukh, Somae, Somes, Somey, Songbes, Sonray, Sooch, Sopacua, Sopacuaperu, Sopaheluwakan, Sopamena, Sopaoia, Soparue, Soparve, Sopla, Soplatu, Soplanit, Soplantila, Soplely, Soplera, Soplero, Soprali, Sorfay, Sorfory, Soriale, Soriton, Sorluri, Sormin, Sormudi, Sorsery, Soruday, Soselissa, Sotja, Souhally, Souhoka, Souhuken, Souhuwat, Souissa, Soukotta, Soukully, Soulinay, Soulissa, Soumeru, Soumete, Soumokil, Soumory, Soumulin, Souripet, Soyem, Spies, Srue, Stanly, Stefanus, Suad, Sucelaw, Sula, Suiker, Suitella, Suli, Sulilatu, Sumanik, Sumany, Sumual, Suneth, Sunloy, Supulatu, Supusepa, Surey, Suribory, Suripatty, Surker, Surlia, Sutaner, Sutrahitu, Suttela, Syahailatua, Syaharanie, Syaranamual, Syatauw, Syauta, Syelau, Syeramwain,

T
Tabalessy, Tabavmolu, Tabelssy, Taberima, Taborat, Tackow, Tahallea, Tahalele, Tahamata, Tahanora, Tahapary, Tahiya, Tahitoe atau Tahitu, Tahoes, Tahor, Taihutu, Tail, Takahepis, Takarbessy, Takaria, Talabessy, Talahatu, Talahaturuson, Talakua, Talaksoru, Talanila, Talla, Tallane, Tallaut, Tamaela, Tamalsir, Tamarmans, Tambalangi, Tamher, Tamonob, Tamtelahitu, Tan, Tanahatu, Tanahitumessing, Tanalepy, Tanalisan, Tanamal, Tanee, Tanalea, Tanalessy, Tanate, Tanesya, Tangahu, Tanic, Tanifan, Tanikwele, Taniwel, Tansora, Tantoly, Tanwey, Tapilow, Tarantein, Tarehy, Tarinathe, Tarumaselly, Tarusy, Tasaney, Tasidjawa, Tassane, Tataperuw, Tatipatta, Tatipikalawan, Tatuhey, Tauran, Tauatanasse, Tawaerubun, Tayalla, Tayl, Tebiary, Tefara, Tehuayo, Tehubijuluw (baca:Tehubiyulu) , Tehupeiory, Tehupelasury, Tehusiarana, Tehupuring, Tehusyarana, Tehuwayo, Teis, Teky, Telepary, Teliaur, Telsuera, Temmar, Tenine, ten Cate, ten Have, Telussa, Tengens, Tentua, Tepal, Terinate, Teriraun, Terling, Terlir, Terloit, Termas, Termature, Terry, Terseman, Tertimelay, Tertroman, Teslatu, Tesno, Tetelay, Tetelepta, Teterissa, Tethool, Tetikay, Tetlageni, Tetrapoik, Tety, Tevtuar, Tharob, The, Thebez, Thecher, Thedy, Thelessy, Themin, Thenager, Thenu, Theny, Theodorusz, Theofilla, Theorupu, Theovilus, Thernando, Theruty, Thesman, Thetius, Theuw, Thiemailattu, Thienus, Thiesman, Thinar, Thio, Thiosubu, Thiotansen, Thobias, Thomas, Thorion, Thovian, Thto, Thung, Thyssen, Tjuparia, Tiahahu, Tianotak, Tibalea, Tibalimeten, Tielman, Tifof, Tigele, Tildjuir, Timahery, Timisela, Timotius, Tilukay, Tiotor, Tipalameten, Tipialy, Tipuria, Tirel, Tisera, Titariuw, Titasen, Titawanno, Tiwery, Titahena, Titaheru, Titaley, Titapasanea, Titarsole, Titarsoley, Titasomi, Titawananno, Titiheru, Titus, Tiven, Tiwery, Tjialfa, Tlingkery, Tobelo, Toberwaer, Toffy, Tohatta, Toisuta, Toker, Tomadina, Tomahu, Tomaluweng, Tomasila, Tomasoa, Tomasouw, Tomatala, Tomaula, Tomhissa, Tomia, Tomio, Tomoria, Tomyar, Tonikoe, Tonrate, Tooren, Topurlay, Topurtawy, Toras, Toressy, Torlain, Tormyar, Torry, Tosane, Tosil, Tousalwa, Touwe, Towait, Trando, Tromlakor, Tromlay, Trona, Ttehelu, Tuahattu, Tuatfaru, Tubalawony, Tuahuns, Tuakora, Tualena, Tuanahu, Tuanahumury atau Nahumury, Tuanani, Tuanakotta, Tuankotta, Tuanaya, Tuanger, Tuapattinaya, Tuarissa, Tuasaija dari Nunusaku atau Saija (baca:Saiya), Tuasamu, Tulaseket, Tuasella, Tuasinay atau Sinay, Tuasuun, Tuatanassy, Tubalawony, Tuharea, Tuhehaij, Tuhilatu, Tuhuleruw, Tuhumena, Tuhumuri atau Tuhumury, Tuhuteru, Tuhusula, Tulalesia atau Tulalessy, Tuluheru, Tumansery, Tumury, Tunyluhulima, Tupalessy, Tupamahu, Tupan, Tupanno, Tupanwael, Tupasouw, Tupawael, Tupenalay, Tuquiha, Turben, Turgey, Turmua, Turubasa, Turuy, Turukay, Tusmain, Tuther, Tutkey, Tutuarima, Tutuhatunewa, Tutuiha, Tutupary, Tutupohu, Tutupoly, Tuwanakotta, Tuwatanassy, Tuapetel, Tuasikal, Tumober, Tuparia, Turkey, Tusyek, Tuurfon, Tyssenraad,

U
Ubfan, Ubleeuw, Ubra, Udigary, Udinera, Ukru, Uktolseya, Uktosya, Ulate, Ulorlo, Ulter, Umagaf, Umasugi, Umhersuny, Unarapal, Unatenina, Unemlora, Unenor, Uneputty, Unilefta, Uniplaita, Unitly, Unkelefta, Unmehopa, Unola, Unsia, Untarolla, Unwakoly, Uperessy, Upessy, Ur, Urath, Uray, Urayawa, Urbayani, Urbansini, Urdjel, Urel, Uren, Urilal, Urlyoly, Ursia, Uruilal, Urutmaan, Usemahu, Usman, Usmani atau Usmany, Uspessy, Uspitany, Utanno, Uwella, Uwen, Uvuuratuw, Uze,
V
van Afflen, van Amstel, Vanath, van Belouw, van Bergen, van Bokhove, van Bulow, van Bussel, van Capelle, van Caspel, van Delsen, van de Haare, van der End, van der Kloor, van der Meer, van der Sluis, van der Weden, van der Zee, van Diest, van Dijk, van Driel, van Enst, van Exel, van Gils, van Harling, van Hoogmoed, van Houten, van Irsel, van Joost, van Nieuwenhuizen, Vanon, van Puffelen, van Ringen, van Room, van Saker, van Strijland, van Suiker, van Sukker, van Surker, Vavuu, Veerman, Veenendaal, Verhagen, Versteegh, Vetegh, Victor, Vidlela, Vijsel, Vinola, Visser, Vollebregt, Voly, Voriume, Vorst, Vriese, Vun

W
Waäel, Waasar, Waas, Waber, Waelaruno, Waifly, Walagwaor, Wally, Wamona, Wangarwy, Wantaar, Warella, Wariunsora, Wacanno, Wael, Waeleruny, Waerisal, Wails, Wailussy, Wairatta, Waisapy, Wakan, Walaia, Walsen, Walten, Wamesse, Wance, Wanne, Warbal atau Warbala, Warbel, Warella, Waricey, Warkey, Warkor, Wasia, Watloly, Watmanlussy, Watmersan, Watrimny, Watsira, Wattiheluw, Wattilete, Wattimanela, Wattimena, Wattimury, Waulath, Wayerjuari, Weber, Wedilen, Wee, Weeflaar, Weheb, Wehfany, Welary, Welafubun, Weler, Wellem, Wellikin, Wemay, Wemaf, Wenehen, Wenger, Wenno, Wenus, Weridite, Werinussa, Wesplat, Wessy, Wetamsair, Wewra, Wewza, Wifly, Wilfred, Willys, Wilyams, Wlena, Woersok, Wohel, Woherhair, Wohir, Woley, Wolff, Wolontery, Wonatha, Wonhery, Wonley, Wonmaly, Wonsera, Woolf, Woriun, Wotheisen, Wothouzen, Wuisan, Wuarlijma, Wuctres, Wurletta,

Y
Yabar, Yabarmase, Yafur, Yahawadan, Yakob, Yalmav, Yambreswav, Yamla'ay, Yamrat, Yamvav, Yani, Yantel, Yanuby, Yaranmassa, Yarin, Yauply, Yauris, Yebassy, Yehelissa, Yehuda, Yemnifan, Yenussy, Yerigair, Yerwuan, Yesaya, Yesayas, Yeuyanan, Yeviwra, Ynawarin, Yoel, Yohanes, Yohanis, Yokohael, Yoktery, Yolmen, Yonenain, Yongnaim, Yoor, Yoram, Yordan, Yoris, Yoseph, Yosieto, Yousaf, Yubibyanan, Yulianus, Yunus, Yusak, Yusuf,
Z
Zacharias, Zainilessy, Zakeus, Zalkheus, Zamon, Zaverius, Zein, Zoin, Zue, Zuley, Zijlstra,

[Sumber: Wikipedia]

Read more...

November 28, 2008


Sekretaris I IKM Menang Lomba Penulisan

Menang Lomba PLTU. Sekretaris I IKM Jateng, yang juga wartawan Harian Suara Pembaruan (SP) di Semarang, Stefy Thenu, dengan tulisan berjudul ''Dari Leran dan Trahan untuk Atasi Krisis Listrik Nasional'' berhasil merebut juara III pada Lomba Penulisan Berita PLTU Jateng I Rembang Tingkat Jawa Tengah dalam rangka Hari Listrik Nasional. Juara I diraih Edy Barliyanto (Bisnis Indonesia) dan juara II Modesta Fiska (Suara Merdeka). Hadiah berupa uang dan piagam penghargaan diberikan pada acara peresmian boiler steam drum lifting unit 10 di Rembang, Kamis (27/11).

Read more...

November 16, 2008

musik ambon2

Anak Ambon Suka Muzzik Maluku

Pernah dengar lagu "Goro-gorone", "Hela Rotane", "Lembe-lembe", atau "Gepe Gepe"? Pernah terhibur oleh suara Bob Tutupoli, Pattie Bersaudara, Broery Marantika, Lex's Trio, Harvey Malaihollo, Ruth Sahanaya, atau Glen Fredly? Itulah deretan lagu dan seniman berdarah Maluku yang mewarnai Tanah Air dengan nyanyian.

Musik menjadi nyawa orang Maluku," kata Bob Tutupoli, penyanyi yang sekitar lima dekade berkiprah di dunia musik Indonesia.Alam Maluku yang berkelimpahan hasil bumi dipercaya sebagai lanskap kehidupan yang mengajarkan penghuninya untuk mensyukuri berkah dengan bernyanyi. Benny Likumahuwa, seniman jazz kawakan itu, menuturkan bagaimana para tetua dulu mengibaratkan Maluku sebagai taman Eden—semacam "tanah surga" yang digambarkan Koes Plus dalam lagu Kolam Susu.

"Satu pohon sagu tak habis dimakan satu keluarga dalam setahun. Padahal pohon sagu tumbuh terus. Ikan tinggal ambil di laut dan dalam lima menit kami sudah mendapat satu bakul. Orang tinggal memuji limpahan berkah dengan nyanyian. Jadi alam yang menyebabkan orang bernyanyi," tutur Benny.

Alam yang ramah dan indah menjadikan kehidupan mengalir santai dan menyenangkan. Orang mempunyai banyak waktu ! luang untuk berkumpul bersama, bercengkerama di pantai dengan bermain musik dan bernyanyi. Itulah mengapa kemudian banyak lagu tentang keindahan pantai, laut berikut ombaknya.Angin, laut, ombak, menurut Chris Pattikawa, merupakan unsur-unsur alam yang mengajarkan ilmu bernyanyi kepada orang-orang Maluku. Teluk Ambon, misalnya, mempunyai karakteristik ombak yang lembut sesuai struktur pantai yang landai. Efeknya, ombak memecah pelan-pelan.

"Akibatnya, orang-orang di teluk Ambon mengeluarkan suara yang lebih soft dan manis. Suara mereka keluar dari diafragma yang halus, bukan dari leher," jelas Chris yang melahirkan kelompok vokal itu.Orang-orang di luar Teluk Ambon dengan karakter ombak yang langsung memecah keras akan mempunyai gaya suara yang berbeda pula. Kultur kehidu! pan pantai dan laut mengajarkan orang Maluku akan ritme. Ilmu ritme itu secara natural terefleksikan dalam musik perkusi Maluku seperti tifa atau tutubuang.

"Orang mendayung sampan akan membentuk tempo. Begitu juga dengan tifa," jelas Chris.Begitulah bernyanyi, bermusik, dan aktivitas fisik kelautan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari orang Maluku. Dalam perjalanan waktu, tata hidup itu membentuk aktivitas berkesenian, yaitu bernyanyi serta aktivitas fisik berupa olahraga."Makanya orang Maluku itu kalau tidak jadi penyanyi ya jadi petinju he-he...," canda Bob Tutupoli.

Konon, menurut Bob, orang Maluku yang merantau ke luar daerah dan sukses menjadi penyanyi atau petinju akan disambut ramai di ! kampung halaman, lebih dari seorang presiden sekalipun.Kultur bernyanyi itu semakin tertata oleh tradisi bernyanyi dalam tata peribadahan. "Apa pun itu, setiap kali orang Maluku berkumpul pasti ada nyanyi-nyanyi. Kalau tidak, mereka pasti langsung pada pulang," kata Bob yang populer dengan lagu Tiada Maaf Bagimu sampai Widuri itu.

Kultur bernyanyiKultur bernyanyi terus hidup pada keluarga Maluku yang hidup jauh dari kampung halaman. Bernyanyi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Dengar cerita Harvey Malaihollo tentang sang opa Bram Titaley yang pernah dikenal sebagai "buaya" keroncong."Setiap hari sambil duduk-duduk, Opa bernyanyi sambil main ukulele," kenang Har! vey akan Bram.

"Sore-sore sambil minum kopi, kami nyanyi-nyanyi bareng-bareng. Kadang malah pakai mikrofon dan speaker," tutur Harvey yang mulai dikenal ketika memenangi Bintang Radio dan Televisi pada tahun 1976.Ibu Harvey pernah bergabung dengan empat saudara perempuan lainnya membentuk Titaley Sisters. Mereka sempat muncul di TVRI.Lihat pula kultur bernyanyi pada keluarga Tetelepta. Keluarga ini mempunyai nona-nona Salomina, Agustina, Yuliaty, Estherlina. Mereka pada pertengahan era 1970-an membentuk Lex's Trio."Begitu bangun tidur, orangtua kami sudah bersenandung," tutur Estherlina (50) atau Lien.

"Di rumah, dalam suasana s! uka atau duka, kalau kami kumpul pasti nyanyi," kata Lien yang berposisi pada suara tiga dalam Lex's Trio.Pentas musik popKultur bernyanyi keluarga Maluku kemudian melebar ke lingkup yang lebih luas, yaitu ke belantika musik Tanah Air. Pada setiap dekade selalu muncul seniman berdarah Maluku. Hajatan musik Java Jazz Festival 2006 sampai membuat program khusus Moluccan Night sebagai catatan akan kontribusi seniman berdarah Maluku pada musik Tanah Air.

Acara diisi dengan penghormatan untuk John Pattirane. Ia adalah penulis lagu yang diam-diam telah mengajari anak negeri ini bernyanyi lewat lagu ciptaannya, seperti Tanase, Buka Pintu, Huhate, Ayo Mama, Waktu Hujan Sore-sore, Lembe-lembe, Sudah Berlayar, sampai Goro-gorone.

Ada pula Tribute to Chris Kayhatu. Chris pada era 1980-an meramaikan belantika musik Tanah Air era awal 1980-an lewat kelompok Funk Section yang sedang dilanda gaya pop jazz. Chris yang meninggal pada tahun 1991 dalam usia 34 tahun itu memopulerkan lagu berbahasa Ambon, yaitu Rame-Rame dan Enggo Lari.

Seniman Maluku dari masa ke masa terus menyumbangkan bakat untuk musik di Tanah Air. Di era 1930-an, Bram Titaley merajai kontes nyanyi di Pasar Gambir, Batavia. Era 1970-an Bram dikenal sebagai penyanyi dalam kelompok Hawaiian Seniors yang sering muncul di TVRI.Era 1960-an Enteng Tanamal dikenal sebagai gitaris andal yang pernah tergabung dalam band Panca Nada. Era tersebut juga memunculkan Pattie Bersaudara yang terdiri dari Silvy dan Nina. Selain dikenal lewat lagu Paradiso atau ! Cinta Pertama, Pattie juga populer lewat lagu berbahasa Ambon seperti Huhate dan Ouw Ulate.

Untuk bernyanyi dalam bahasa Ambon, Silvy dan Nina yang lahir di Yogyakarta itu harus belajar keras lafal bahasa Ambon. "Kalau salah ucap bisa dimarahin orang Ambon hi-hi...," kenang Silvy.Era awal 1970-an muncul Broery Marantika lewat lagu Angin Malam ciptaan A Riyanto. Pria kelahiran Ambon, 25 Juni 1948, itu dua kali berturut-turut pada tahun 1973 dan 1974 menjadi juara Festival Lagu Populer Tingkat Nasional (FLPN). Suara Broery terus menghiasi belantika musik hingga akhir hayatnya pada 7 April 2000 dalam usia 52 tahun.

Era 1970-an juga dimeriahkan oleh Melky Goeslaw, lelaki asal kampung Buli, Ternate, yang ketika kelas empat Sekolah Rakyat pernah nyanyi di depan Bung Karno yang berkunjung ke Ternate pada tahun 1956. ! Ia merantau ke Jakarta pada tahun 1959. Pada tahun 1975 Melky memenangi kontes nyanyi FLPN dengan lagu Pergi Untuk Kembali ciptaan Minggus Tahitu.Minggus Tahitu adalah nyong Ambon produktif menulis lagu sejak zaman Pattie Bersaudara. Belakangan Pergi Untuk Kembali populer kembali lewat suara Ello, anak Minggus.

Muncul pula Ade Manuhutu pelantun Nona Anna itu, Lex's Trio, Grace Simon, Franky Sahilatua, kelompok vokal Andarinyo, Masnait, sampai Pahama, trio yang memopulerkan lagu Kidung.Dekade 1980 muncul nama Utha Likumahuwa adik kandung Benny Likumahuwa, Chris Kayhatu, Hendry Manuputti, Ruth Sahanaya, dan Jopie Latul. Era 1990-an muncul Andre Hehanusa. Pada era 2000 muncul trio Mollucas, Glen Fredly, serta Ello.Glen Fredly (30) saat ini sedang menjadi bintang di pentas pop. Glen mengaku terinspirasi oleh seniornya seperti Jopie Latul dan Broery Marantika. Ketika kelas satu SMA, Glen yang menjadi anggota paduan suara pernah berjumpa dengan Broery. Glen mengaku merasa seperti disapa "dewa".

"Seluruh orang Ambon pengen nyanyi kayak Broery. Kalau dia turun ke Ambon, ah, udah kayak dewa!" seloroh Glen.Pentas jazz juga dimeriahkan Benny Likumahuwa, Oele dan Jackie Pattiselanno, Jeffrey Tahalele, Karim dan Awat Suweleih, Yance Manusama, Margie Segers, juga Didi Pattirane adik John Pattirane yang pernah menjadi gitaris pada orkestra pengiring Frank Sinatra.Terus bernyanyiDi luar batas-batas geografis Indonesia, seniman berdarah Maluku juga bermusik. Tersebutlah antara lain Daniel Sahuleka, lelaki kelahiran Semarang yang kini bermukim di Belanda. Di Java Jazz, konser Daniel dipadati pengunjung yang serentak melantunkan lagu Don't Sleep Away The Night dan You Make My World So Colorful.

Java Jazz juga menampilkan Massada, kelompok musik dari Belanda yang diawaki keturunan Maluku, yaitu Jopie Manuhutu, Johnny Manuhutu, Alvin Manuhuwa, dan Nipi Noya. Mereka menggunakan alat musik Maluku seperti tifa dan tumbu."Akar Maluku kami sudah ada dalam darah. Kami sudah main di seluruh dunia, kenapa nggak main di rumah sendiri. Rasanya, kami seperti pulang kembali," kata John Manuhutu dalam bahasa Indonesia.

Naluri bernyanyi terus hidup di tengah kon! disi Tanah Air yang, mungkin, tak segemah ripah dulu. Mereka seperti mengajak negeri ini bernyanyi dalam suka dan duka. "Dunia ini rasanya damai kalau kita bernyanyi," kata Lien Tetelepta. Amin. [sumber:kompas]

Read more...

November 09, 2008

Ketua IKM Jateng Raih Gelar Magister Hukum


Ketua Ikatan Keluarga Maluku (IKM) Jawa Tengah, John Richard Latuihamallo, berhasil meraih gelar Magister di bidang Ilmu Hukum (MH) dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Pria kelahiran Saparua, Maluku, 37 tahun lalu itu, diwisuda bersama ratusan wisudawan lainnya di Kampus Undip Tembalang, Semarang, Kamis, 6 November 2008. Ayah dua anak yang sehari-hari berprofesi sebagai advokat ini berhasil lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,50. Selain sebagai ketua IKM Jateng, John saat ini menjabat sebagai Ketua Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI) Jateng, Ketua Konggres Advokat Indonesia (KAI) Jateng, serta aktif di Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Jateng. [sth]

Read more...

November 04, 2008

GPIB Immanuel Semarang Juara Harapan II Lomba Paduan Suara GPIB se-Jateng

GPIB Immanuel Semarang Juara Harapan II Lomba Paduan Suara GPIB se-Jateng

Tim Paduan Suara Persatuan Wanita (PW) GPIB Immanuel Semarang berhasil meraih juara harapan II pada Lomba Paduan Suara dalam rangka HUT ke-60 GPIB, yang berlangsung di Cilacap, Sabtu (1/11) lalu.

Dalam lomba yang diikuti 13 gereja GPIB se-Jateng itu, juara 1 direbut GPIB Tamansari Salatiga, juara 2 GPIB Galilea Cilacap, juara 3 GPIB Margomulyo Jogjakarta, dan juara harapan I GPIB Penabur Solo. Namun dalam lomba Mama Mia, wakil Semarang gagal merebut juara. [sth]

Read more...

Hasil Pesparawi Mahasiswa X 2008 Salatiga, 26-29 Oktober 2008

UKIM Rebut Juara Umum

Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) berhasil merebut juara umum dalam Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Mahasiswa Tingkat Nasional ke-X yang berlangsung di Salatiga, 26-29 Oktober 2008.

Berikut hasil lengkapnya:
Kategori Musica SacraI. Universitas Katolik Atmajaya - JakartaII. Universitas Kristen Petra - SurabayaIII. Universitas Widya Mandala - Surabaya

Kategori Gospel & SpiritualI. Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri - AmbonII. Universitas Pattimura - AmbonIII. Universitas Kristen Indonesia Maluku - Ambon

Kategori FolkloreI. Universitas Kristen Indonesia Maluku - AmbonII. Uiversitas Nusa Cendana - KupangIII. Universitas Hasanuddin - Makasar

Juara Favorit (Panitia) : Universitas Negeri - Medan
Juara Umum : Universitas Kristen Indonesia Maluku - Ambon [sth]

Read more...

Halal Bi Halal IKM Jateng

Basudara Maluku Jateng Gelar Halal Bi Halal

Kendati dihantui kekhawatiran sepi pengunjung, karena cuaca dan banyaknya warga Maluku yang ikut lomba paduan suara GPIB di Cilacap, namun perhelatan Halal Bi Halal Ikatan Keluarga Maluku Jawa Tengah yang digelar di Gedung Wanita, Jalan Sriwijaya Semarang, Jumat (31/10) malam lalu, berjalan dengan khidmat sekaligus meriah. Sedikitnya 400 warga Maluku dari Semarang dan sekitarnya hadir memenuhi undangan panitia.

Halal Bi Halal diisi dengan pentas kelompok nasyid, yakni Naufal Nasyid yang merupakan mahasiswa Undip. Tausiyah dibawakan oleh KH... dari Demak.

Ketua Panitia, Stefy Thenu SSos dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para donatur dari warga Maluku maupun mitra dan relasi dari luar sehingga acara ini dapat terselenggara dengan baik. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan panitia yang telah bekerja keras, ditengah kesulitan dana, dapat menyelenggarakan acara tersebut.

Sambutan juga datang dari Wakil Ketua IKM Jateng, Drs Josep Ulukyanan MSi yang menyatakan bangga dengan semangat sejumlah pengurus IKM, sehingga dapat mempertahankan eksistensi IKM di tengah-tengah warga Maluku di Jateng.

Acara bertema ''Kebersamaan Menuju Harmoni'' itu ditutup dengan hiburan musik oleh Peter Lasamahu ST yang mengiringi lagu-lagu ambon dibawakan oleh Ruland Patrouw, Katje Tulaseket, Tanto Gailea, dll, serta polones yang dibawakan anak-anak mahasiswa asal Ternate.

Danke banyak, tamang samua! Katong samua basudara, satu jantong, satu hati! Amato! [142]

Read more...

September 22, 2008

Daniel Sahuleka, Ambon Semarang yang Mendunia


SEBAGIAN orang pasti masih ingat Daniel Sahuleka, penyanyi kelahiran Semarang yang bermukim di Belanda, dan pernah top di Indonesia di akhir tahun 1970-an dengan Don’t Sleep Away the Night.

Daniel yang lama tak ada kabarnya, kini merasa agak lega karena sekarang dia merasa 100 persen memiliki hak cipta atas semua lagu-lagunya.


"Saya melalui pengacara saya berjuang untuk mendapatkan hak cipta itu selama sekitar 10 tahun," cerita Daniel lewat e-mail.


Dia bertutur, bagaimana lagu-lagunya diproduksi dalam kaset, dikeluarkan dalam album kompilasi, karaoke, ditampilkan di hotel, mal, dan lain-lain, tanpa dia mendapatkan haknya sepeser pun. Bulan Juni lalu, dari sebuah lembaga hak cipta katanya dia menerima 0,04 Euro (mata uang Eropa, yang nilainya kira-kira sekitar Rp 700), karena lagunya, Don’t Sleep Away the Night digunakan sebuah televisi di Indonesia. "Adakah ini betul?" tanya Sahuleka.


Kini, dengan hak cipta di tangannya, semua artis yang akan menggunakan lagu-lagunya harus terlebih dahulu mendapatkan izin tertulis darinya.


Selama ini, ia tetap berkarya. Album terakhirnya adalah After the Jetlag (1998), yang dikeluarkan perusahaan rekaman tempatnya bernaung sekarang, Sunflight. "Saya masih mencipta dan saya hampir menyelesaikan album terbaru. Saya tengah mencari-cari partner yang solid di Indonesia untuk menerbitkan lagu-lagu saya. Selain itu, saya juga pengin pentas di depan para penggemar saya di Indonesia lagi," ujarnya. [sumber: Kompas/Bre Redana]

Read more...

September 19, 2008

Foto-foto aksi sosial IKM



Read more...

Foto-foto aksi sosial IKM







Read more...

Foto-foto aksi sosial IKM





Read more...

Aksi sosial IKM Jateng (2)

Pada tanggal 18 dan 19 September 2008, Pengurus dan sesepuh IKM Jateng menggelar aksi sosial dalam rangka menjalin silaturahmi antarsesama umat beragama di bulan ramadhan dengan berbuka puasa bersama anak-anak panti asuhan di An Nur Budi Utomo dan Kiai Ageng Majapahit Semarang. Pengurus juga memberikan bantuan sembako dan uang yang diterima pengurus panti asuhan. Kegiatan amal diikuti oleh dua sesepuh IKM, yakni Drs JA Luturyali MSi dan Ibu Pdt Wattihelluw STh











Read more...

September 18, 2008

Aksi Sosial IKM (3)




Read more...

September 17, 2008

Yang Lagi Ngetop di Ambon: NARUWE VG

Grup musik ini tengah meroket dan digilai banyak orang di Ambon dan juga Belanda.

Naruwe yang berarti ''berusaha mencapai sesuatu sampai berhasil'' digawangi empat personil, yakni Cevin Siahailatua, dua bersaudara kembar, Maxen dan Evert Titahena, serta Helmy Sahetapy.


Anak-anak muda ini berasal dari Kampung Ouw di Kepulauan Saparua. Lagu-lagu mereka sangat kental berbau Maluku, yang menggambarkan keindahan Maluku juga adat istiadat dan kebiasaan dari orang Maluku.
Album mereka juga berisikan lagu-lagu cinta dan patah hati, maupun lagu-lagu bernuansa lucu.

Dua album mereka, yakni KATONG PULANG KEMBALI berisikan 10 lagu:
Berharap Ale Mau Bale
Aniong Mama
Katong Pulang Kembali
Beta Terlena
Kenangan Indah
Kaweng Dua
Bulan Purnama
Parsis Deng Duri
A Hetu Hena / Ite Lua Wali A A
Pace

dan MALUKU berisikan 10 lagu:
Cuma Ale Sandiri
Jamu
Parsapalai
Maluku
Patasiwa Patalima
Tunggu Beta
Parlente
Matany Wae
Katong Mau Bale
Wamena


[stefy thenu, dari http://www.ambon-manise.com/]

Read more...

About This Blog



About This Blog

  © Free Blogger Templates Spain by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP